Tameh Budaya

Benteng Gunong Biram

Berada Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, ± 200 m utara pasar Desa Lamtamot, menyeberang sungai. Menurut informasi benteng ini sering disebut sebagai Benteng Poteu Meureuhom, atau Benteng Gunung Biram. Tanah yang menjadi lokasi berdirinya benteng tidak ada pemiliknya.

Terdapat beberapa data sejarah yang menyebutkan nama lokasi ini. Keberadaan benteng ini sering dikaitkan dengan Sultan Iskandar Muda, yaitu dengan adanya penyebutan Benteng ‘Poteu Meurehom’. Data lain menyebutkan bahwa pada tahun 1879, Seulimem telah 

Jejak Terakhir Pertahanan Kesultanan Aceh

"Keberadaan benteng ini sering dikaitkan dengan Sultan Iskandar Muda, yaitu dengan adanya penyebutan Benteng ‘Poteu Meurehom’. Data lain menyebutkan bahwa pada tahun 1879, Seulimem telah berhasil diduduki oleh Belanda. Sultan Muhammad Daud, putra dari Sultan Mahmud Syah yang wafat pada tahun 1874, melarikan diri bersama pengiringnya ke daerah Keumala di Pidie."

berhasil diduduki oleh Belanda. Sultan Muhammad Daud, putra dari Sultan Mahmud Syah yang wafat pada tahun 1874, melarikan diri Bersama pengiringnya ke daerah Keumala di Pidie. Sementara para pengikutnya dan pejuang yang lain mundur ke Gunung Biram Lamtamot, di kaki Gunung Seulawah. Oleh karena itu perlu diteliti fungsi dan periodisasi dari benteng ini, selain itu sehubungan adanya informasi bahwa pernah dibangun masjid di dalam benteng tersebut, dengan sebutan Masjid Poteu Meurehom.

Di lokasi ini terdapat struktur benteng yang tersusun Gunong Biram dari batu kali berspesi kapur dan tanah liat. Menurut informasi di dalam benteng terdapat bangunan masjid. Bagian dalam benteng saat ini dipenuhi pohon dan semak belukar berduri yang rapat, sehingga tidak dapat terlihat adanya bekas struktur bangunan atau makam di dalam benteng. Tebal dinding benteng 150 cm dan tinggi mencapai 2 m. Di sebelah selatan dinding benteng terdapat beberapa makam dengan nisan batu kali bulat, sedikitnya berjumlah 4 buah makam.

Secara struktural benteng yang berukuran luas 28 m x 28 m ini masih dalam kondisi utuh. Hanya saja beberapa bagian dinding telah terdesak oleh pertumbuhan akar pohon yang besar sehingga meruntuhkan sebagian kecil dinding benteng. Untuk mengetahui terdapat atau tidaknya oyif di bagian kaki benteng serta keadaan bagian dalam benteng perlu dilakukan pengupasan secara menyeluruh.

Situs & Destinasi Wisata Terdekat

Kawasan konservasi alam bersejarah yang menjadi saksi perjuangan Pocut Meurah Intan serta pusat pelestarian flora dan fauna Aceh.

Situs bekas kuil Hindu yang beralih fungsi menjadi masjid, mencerminkan akulturasi budaya dan sejarah Islamisasi di Aceh.

Masjid ini diberi nama sesuai dengan ulama pemimpin pengajian di tempat tersebut, Teungku Fakinah, seorang pahlawan Aceh di era kolonial Belanda

Ikon religius dan budaya Aceh, simbol kejayaan Kesultanan Aceh dan keteguhan masyarakat menghadapi bencana serta kolonialisme.

Pusat pelestarian benda bersejarah dan kebudayaan Aceh yang merekam perjalanan peradaban dari masa kesultanan hingga modern.

Jejak Sejarah Lainnya

benteng-indrapatra-profile1695914971
Situs Benteng Indrapatra
Benteng Indrapatra merupakan representasi penting dinamika peradaban pesisir Aceh, memperlihatkan jejak...